Kamis, 16 April 2015

Review : [book] Death on Camera

Hai, Gue balik... Iya, balik... Kali ini Gue mau mereview sedikit *ceileh* salah satu buku bacaan yang sudah kelar gue baca.

Sebelumnya Alhamdulillah banget gue bisa jadi salah satu dari 3 follower pertama yang berkesempatan untuk membaca duluan karya terbaru dari @Kisahhorror berjudul "Death on Camera" yang rencananya akan rilis resmi bulan Mei 2015. Jadi sebelumnya @Kisahhorror ini bikin kuis cuma dengan ganti avatar twitter dengan frame buku DoC dan ngasi alasan kenapa harus jadi orang pertama yg baca DoC. Lalu dengan pose nista, terkapar, gak jelas gue, akhirnya gue bisa jadi salah satu dari 3 follower yang beruntung *terharu*
Oke jadi begini...



Seberapa besar kekuatan sebuah foto?
Daisy dan dua sahabatnya: Galih dan Anggun, menyelidiki kematian Anya, kakak Daisy, yang misterius. Catatan-catatan yang ditinggalkan Anya sebelum masuk rumah sakit jiwa dan akhirnya gantung diri, membawa mereka hingga ke desa Pawenang. Ada sesuatu yang menunggu mereka di sana, ada sebuah rahasia tentang tragedi di sana, menanti untuk dikuak, yang mengerucut pada sebuah foto. Di sisi lain bahaya mengintai mereka, mati adalah harga yang harus mereka bayar.
Sebelumnya, Daisy tidak pernah tahu kekuatan sebuah foto. Foto tidak hanya bisa mengabadikan kehidupan, tetapi juga kematian.


Setelah kelar baca DoC, satu hal yg pasti, oom creator @kisahhoror tetap menyuguhkan cerita yg unik. Kali ini dengan tema Selfie, dikemas sedemikian rupa sehingga nyambung antara tren masa kini (?) yaitu Selfie dengan kisah horor thriller yang lumayan bikin bulu kuduk merinding. Setiap detil kematian disuguhkan dengan bumbu-bumbu khas yang membuat kita sebagai pembaca merasa menjadi bagian dari kisah itu sendiri.
Yang menjadi kekurangan dari buku ini bagi gue, tokoh yang mati tidak banyak *psyco-nya kumat* Mungkin kalau diberikan satu tokoh lagi mati, ceritanya bisa lebih sadis lagi *eh* Satu scene favorit gue ketika Galih dihadapkan pilihan melanjutkan hidup atau menyerah oleh kutukan. Proses kematian dari Galih tersebut disuguhkan dengan sangat apik. Gue baca sampe deg-degan, lho. 
Sama seperti buku-buku sebelumnya, buku DoC ini juga layak menjadi salah satu koleksi di rak buku kalian.
Overall gue mau kasih nilai 4 dari 5.

Jangan lupa, bulan Mei siapin budget untuk beli ini buku, hihihihi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar